Kamis, 21 Mei 2009

Evaluasi

DAFTAR ISI

Pengenalan Evaluasi Pendidikan
A. Pengertian Evaluasi
B. Mengapa dalam pendidikan diperlukan Evaluasi
C. Tujuan dan Fungsi Evaluasi Pendidikan
C. 1. Tujuan Evaluasi dalam Pendidikan
C. 2. Fungsi Evaluasi dalam Pendidikan
D. Ciri-ciri Evaluasi Pendidikan
E. Ruang lingkup Evaluasi Pendidikan
F. Langkah-langkah pokok Evaluasi Pendidikan

Daftar Pustaka


















PENGENALAN EVALUASI PENDIDIKAN

A. Pengertian Evaluasi
Istilah Evaluasi berasal dari bahasa Inggris yaitu “Evaluasi”, yang berarti penilaian atau penaksiran (John. M. Echols dan Hasan Shadily, 1983: 220). Sedangkan menurut pengertian istilah evaluasi merupakan kegiatan yang terencana untuk mengetahui keadaan sesuatu obyek dengan menggunakan instrument dan hasilnya dibandingkan dengan tolak ukur untuk memperoleh kesimpulan.
Ada beberapa istilah yang sering digunakan untuk pengertian yang serupa dengan evaluasi, yaitu measurement atau pengukuran, assessment atau penaksiran, dan test. Ketiga istilah tersebut kadang-kadang digunakan secara bergantian dan dianggap memiliki pengertian yang sama, padahal ketiganya terdapat perbedaan.
Mengenai pengertian pengukuran “measurement means the act or process of axestaining the extent or quantity of something” (Wand and Brown, 19, hal 1).
Jadi menurut Wand dan Brown pengukuran adalah sesuatu tindakan atau proses untuk menentukan luas atau kuantitas dari pada sesuatu.
Sedangkan pengertian tes lebih ditekankan pada penggunaan alat pengukuran. Cronbach memberikan batasan tes sebagai berikut:
…. A systematic procedure for observing a person’s behavior and describing it with the aid of a numerical scale or a category system (Cronbach, 1970: 26)
Sedangkan Sumadi Suryabrata memberikan pengertian sebagai berikut:
“Tes adalah pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab dan atau perintah-perintah yang harus dijalankan, yang mendasarkan harus bagaimana testee menjawab pertanyaan-pertanyaan atau melakuakan perintah-perintah itu penyelidik mengambil kesimpulan dengan cara membandingkannya dengan standar atau testee yang lain” (Sumadi Suryabrata, 1984: 22)
Pengertian assessment tidak sampai ke taraf evaluasi, melainkan sekedar mengukur dan mengadakan estimasi terhadap hasil pengukuran.



B. Mengapa dalam pendidikan diperlukan Evaluasi
Dalam pendidikan diperlukan adanya evaluasi, dengan alasan sebagai berikut;
1. Dilihat dari pendekatan proses
Dalam suatu kegiatan pendidikan menurut David McKay bahwa adanya interaksi antara educational objectives, learning experiences dan evaluation procedures. Dengan adanya interaksi tersebut maka dapat diketahui hubungan interdependensi antara tujuan pendidikan, proses belajar-mengajar dan prosedur evaluasi. Dengan adanya tujuan pendidikan maka proses belajar-mengajar akan terlaksana, sekaligus untuk melaksanakan kegiatan evaluasi hasil belajar. Evaluasi memiliki dan kepentingan yakni, untuk mengetahui apakah tujuan pendidikan sudah tercapai dengan baik, dan kedua untuk memperbaiki serta mengarahkan pelaksanaan proses belajar mengajar.
2. Kegiatan mengevaluasi terhadap hasil belajar merupakan salah satu ciri dari pendidik yang profesional. Pendidik profesional dengan arti dapat menyusun rencana belajar-mengajar, mengorganisasikan, menata mengendalikan, membimbing dan membina terlaksananya proses belajar-mengajar secara baik dengan mendiagnosis faktor-faktor dari keberhasilan proses belajar-mengajar tersebut.
3. Dilihat dari pendekatan kelembagaan, kegiatan pendidik adalah merupakan kegiatan manejemen yang meliputi (planning, programming, organizing, actuating, controlling dan evaluating)
C. Tujuan dan Fungsi Evaluasi dalam pendidikan
C. 1. Tujuan Evaluasi Pendidikan
1. Tujuan Umum
1.a. Untuk menghimpun bahan-bahan keterangan yang akan dijadikan sebagai bukti mengenai taraf perkembangan atau taraf kemajuan yang dialami oleh para peserta didik setelah mereka mengikuti proses pembelajaran dalam jangka waktu tertentu. Dengan kata lain, tujuan dari evaluasi dalam pendidikan adalah untuk memperoleh data pembuktian yang akan menjadi petunjuk sampai di mana tingkat kemampuan dan tingkat keberhasilan peserta didik dalam pencapaian tujuan-tujuan kurikuler, setelah mereka menempuh proses pembelajaran dalam jangka waktu yang telah ditentukan.
1.b.Untuk mengetahui tingkat efektivitas dari metode-metode pengajaran yang telah dipergunakan dalam proses pembelajaran selama jangka waktu tertentu. Jadi tujuan umum yang kedua dari evaluasi pendidikan adalah untuk mengukur dan menilai sampai dimanakah efektivitas mengajar dan metode-metode mengajar yang telah diterapkan atau dilaksanakan oleh pendidik serta kegiatan belajar yang dilaksanakan oleh peserta didik.
2. Tujuan khusus
2.a.Untuk merangsang kegiatan peserta didik dalam menempuh program pendidikan, tanpa adanya evaluasi maka tidak mungkin timbul kegairahan atau rangsangan pada diri peserta didik untuk memperbaiki dan meningkatkan prestasinya masing-masing.
2.b.Untuk mencari dan menemukan faktor-faktor penyebab keberhasilan dan ketidakberhasilan peserta didik dalam mengikuti program pendidikan, sehingga dapat dicari dan ditemukan jalan keluar atau cara-cara perbaikannya.
C. 2. Fungsi Evaluasi
1.Sebagai bahan tolak ukur untuk mengetahui kemajuan dan perkembangan siswa selama jangka waktu tertentu, yang selanjutnya proses belajar-mengajar diimplementasikan sesuai kemampuan peserta didik. Di antara bahan tolak ukur yang menjadi perkembangannya adalah;
1.a. Kesiapan
Peserta didik yang sudah atau belum siap untuk di tempat pendidikan, maka menjadi bahan pertimbangan awal dalam memberikan sebuah pendidikan. Karenanya, faktor kesiapanlah yang akan memberikan hasil sesuai dengan kondisinya.
1.b. Kesanggupan
Untuk dapat mengetahui hasil perbandingan prestasi yang telah dicapai peserta didik sesuai dengan kapasitasnya atau belum. Sehingga faktor-faktor penyebab keterhambatan dapat segera ditanggulangi selanjutnya diberikan solusi sebagai jalan kebersinambungannya.
1.c. Aktualisasi
Untuk mendapatkan gambaran dan bahan-bahan informasi yang nantinya sebagai bahan penafsiran apakah peserta didik sudah matang untuk dilanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi atau dilepaskan ke dalam masyarakat.
2. Sebagai bahan prediksi tingkat keberhasilan program pengajaran, sistem pengajaran dengan komponen yang saling berkaitan secara inheren, unsur tersebut antara lain meliputi bahan pengajaran, metode dan kegiatan belajar-mengajar, alat dan sumber pelajaran dan prosedur serta alat evaluasi. Selanjutnya akhir dari tahap kedua untuk mengadakan perbaikan program beserta pelaksanaannya pada masa yang akan datang atau pada pertemuan berikutnya (program selanjutnya)
3. Sebagai bahan referensi untuk para konselor atau guru pembimbing yang dapat dijadikan sumber informasi, di antaranya:
- Membuat analisis tentang kemampuan dan kelemahan siswa, sehingga
penyakit-penyakitnya dapat diketahui penangkalnya.
- Guna pembenahan pengetahuan, sehingga siswa yang masih lemah pengetahuan akan diulang
- Dapat diketahui pengajaran siswa dalam melayani kebutuhan-kebutuhan mereka dalam mencapai kasus-kasus tertentu.
4. sebagai bahan untuk pengembangan kurikulum sekolah yang bersangkutan, dalam rangka menilai isi materi pelajaran yang terdapat dalam program-program pendidikan pengajaran.
D. Ciri-ciri Evaluasi Pendidikan
H. G. Shane dan Suharsimi Arikunto menjelaskan bahwa;
1. Penilaian dalam pendidikan itu dilakukan secara tidak langsung
2. Pengunaan ukuran kuantitatif, karena penilaian selalu dimulai dari pengukuran secara kuantitatif
3. Penilaian pendidikan itu menggunakan unit satuan yang tetap
4. Penilaian pendidikan bersifat relatif
5. Penilaian pendidikan tidak mungkin terhindar dari kesalahan.
E. Ruang Lingkup Evaluasi Pendidikan
Secara umum, ruang lingkup dari evaluasi dalam bidanbg pendidikan di sekolah mencaku tiga komponen utama, yaitu:
1. Evaluasi program pengajaran
Evaluasi mengenai program pengajarn mencakup tiga hal yaitu:
a. Evaluasi terhadap tujuan pengajaran
b. Evaluasi terhadap isi program pengajaran
c. Evaluasi terhadap strategi belajar-mengajar
2. Evaluasi proses pelaksanaan pengajaran, hal ini mencakup:
a. Kesesuaian anatar proses belajar-mengajar yang berlangsung, dengan garis-garis besar program pengajaran yang telah ditentukan
b. Kesiapan guru dalam melaksanakan program pengajaran
c. Kesiapan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran
d. Minat atau perhatian siswa di dalam mengikuti pelajaran
e. Keaktifan atau partisipasi siswa selam proses pembelajaran berlangsung
f. Peranan bimbingan dan penyuluhan terahadap siswa yang memerlukannya
g. Komunikasi dua arah antara guru dan murid selama proses pembelajaran berlangsung
h. Pemberian dorongan atau motivasi terhadap siswa
i. Pemberian tugas-tugasa kepada siswa dalam rangka penerapan teori-teori yang diperoleh di dalam kelas
3. Evaluasi hasil belajar, hal ini mencakup:
a. Evaluasi tentang tingkat penguasaan peserta didik terhadap tujuan-tujan khusus yang ingin dicapai dalam unit-unit program pengajaran yang bersifat terbatas
b. Evaluasi mengenai tingkat pencapaian peserta didik terhadap tujuan-tujuan umum pengajaran

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar